Thursday, September 24, 2015

Orang-Orang tanpa Pamrih

Dear Admiral,

Dua hari lalu, dua kakak sepupumu kecelakaan motor depan kantor BRI Paccinongan karena menghindari tabrakan dengan seorang ibu yang juga bermotor yang keluar dari depan rumahnya. Debby, tiga gigi depannya goyah. Salah satu diantaranya hampir copot. Febby harus dijahit pada bagian bibir kiri atas, satu jahitan. Luka lainnya pada Debby yakni memar kepala kiri, bengkak bibir. Pada Febby bengkak pada bagian lutut.

Debby harus dibawa ke spesialis gigi di jalan Pettarani agar bisa mempertahankan gigi itu dengan cara diberi kawat gigit. Kondisi motor matic rusak pada bagian lampu utama dan kaca spion lepas.

Moral dari peristiwa ini yakni adanya Pak Rahim (081241846846) yang waktu itu hendak menjenguk sepupunya yang melahirkan di RSUD Syech Yusuf. Ia melewati arah tempat Debby dan Febby kecelakaan dan membawa mereka ke IGD. Kalau bukan ia, pasti akan semakin berbahaya pada dua sepupumu, di antaranya pendarahan dan rasa takut yang makin besar. Ia bahkan memastikan saya juga berada di IGD dengan menunggu.

Di IGD ini pelayanan lambat, menurut dua sepupumu,  mereka dilayani setelah menunggu setengah jam. Yang berjaga, bukan dokter tapi tiga perawat saja. Bahkan disana, saat itu ada seorang ayah yang mengeluarkan anaknya dari IGD karena terabaikan. Anak itu dilayani setelah Bapaknya membawa keluar anaknya dari ruang IGD.

Malam hari setelah keluar IGD, Debby dibawa ke dokter gigi, Meski sudah diperiksa sekitar setengah jam, tapi dokter itu tak meminta bayaran. Dialah yang merekemondasikan agar Debby dirujuk ke perawatan khusus gigi. Tentang dokter gigi yang baik itu, nanti kutulis pada bagian lain.

Selalui ada orang baik, jadi jadilah kamu seorang penolong yang tanpa pamrih seperti sikap dari Pak Rahim dan Pak Dokter Gigi tersebut.

We Love U Admiral

No comments:

Post a Comment