Thursday, June 26, 2014

Admiral sayang,

Di RS Premier, Kakung dirawat dalam satu ruangan bersama Pak Wiyatno. Besok, kamis (27/6/2014) Kakung akan rawat jalan saja. Pak Wiyatno yang juga sepuh, juga akan tinggalkan rumah sakit. "Bosan, sudah dua minggu di rumah sakit."

Agar tidak bosan Pak Wiyatno pesan nasi kebuli dan kambing. "Iya nich, menu di rumah sakit, tidak beragam. Dalam sepekan menu bisa berulang, terutama adanya agar-agar yang jadi menu tetap." kata Papi.

Ternyata di belakang RS Premier arah kanan dari parkiran motor, ada tempat untuk menemukan nasi kebuli.

Oh ya, infus Kakung sudah dilepas. Kakung kini harus menyuntik diri sendiri dengan insulin, sebagai penderita diabetes. Mudah-mudahan penyumbatan jantung Kakung bisa teratasi dengan obat oral.

Pemasangan pemacu jantung yang bentuknya sekecil baterai arloji, kata spesialis jantung dr. Glenn seharga 60-75 juta dengan masa aktif selama sepuluh tahun. Oh ya dr. Glenn orang yang sangat ramah. Mungkin karena beliau sudah sepuh dan senior sebagai dokter jantung.

Cara menjelaskan penyakit Kakung mudah dipahami, sehingga apapun yang Beliau jelaskan pasti dapat dimengerti.

Malam ini, pukul 09.40 WIB, detak jantung Kakung 75, tensi 112/57 dan suhu badan 36,1

Oh ya, Admiral sayang,

Selama tiga hari ini kamu sendiri sakit flu. Mami dan Eyang Putri mengantarmu ke dokter anak. Dokter yang sama yang juga pernah mengobati Mami dan Tante Dinar kalau sakit.

Di rumah memang terjangkit flu, Mami juga mengalaminya. Eyang Putri dan tante Dinar juga demikian, Entah kamu terpapar flu dari rumah, mungkin saja.

Sebelum kamu terkena flu, kita bersama duduk di teras rumah menyaksikan hujan keras, Kamu suka sekali melihat hujan keras dan sesekali tiupan angin yang lebih kencang dari biasanya. Kamu hanya memakai kaos saja. Papi memelukmu agar angin tak terlalu kuat ke tubuhmu.

Mungkinkah hujan dan angin itu membawa penyakit untukmu? Bila pun iya, maka itu akan perlahan menguatkan tubuhmu juga mentalmu.

Untuk flu yang kamu alami, itulah resiko kecil melihat indahnya hujan dari dua matamu sendiri.
Admiral sayang,

Di tengah rusaknya media arus utama, yang terbelah antara pendukung Prabowo Subianto- Hatta Rajasa versus Jokowi Dodo dan Jusuf Kalla, Papi kini masih suka membaca ocehan yang penuh humor, mistis, dan info bawah tanah dari akun @ragilnugroho1. Bukan karena percaya mistis, takhyul, khurafat dan dunia paranormal sehingga Papi pasti membaca semua postingannya, tapi ia menuliskan semua entri tentang politik dalam bentuk yang berbeda dengan model TM2000, ratu adil, ronin1946 dan sebagainya.

Memang banyak akuntweet yang bagus, tapi Papi suka yang isinya tak disiarkan televisi atau media mainstream. Bukan masalah bila kebenarannnya belum pasti. Kebenaran itu hanya Nomor 2.

Bentuk penulisannya, selalu diakhirnya dengan sumber data yang seolah-olah dari kalangan bawah, sehingga ia menganjurkan untuk tak perlu percaya. Nah, karena alasan untuk tak perlu percaya, maka Papi suka ikuti apapun twit,,,,pokoknya suka aja hehehe

Admiral, di masa kamu nanti, ketika sudah bisa membaca, maka politik Indonesia mungkin lebih kotor dari Pilpres 2014. Intelektual, budayawan, agamawan dan aktivis, saling mendukung calon masing-masing, dengan argumentasi dan alasan apa saja. Tentu saja, tak ada yang salah dengan mereka. Mereka berhak mendukung Nomor 1 atau 2.

Tapi seperti kotoran yang melayang-layang di langit Jakarta, maka harus disortir agar tak sepenuhnya masuk ke hidung. Pertama harus menggunakan masker atau penutup hidung. Kedua, harus membuka topeng-topeng mereka untuk melihat apakah ada yang hidung bertambah panjang setiap kali ada kebohongan dari para politisi itu.

Tak ada yang berhidung panjang, karena tukang kayu atau tukang mebel di Indonesia, tak membuat Pinokio.


Admiral Sayang,

Hari ini, Kakung sudah dirawat di Rumah Sakit Premier atau Mitra Keluarga selama sepekan. Papi harus menjaga Kakung tiap malam. Meski di usiamu yang masih dua bulan, kini belum bisa mengingat apapun tentang Kakung, tapi setiap kali Papi membezuk pasti kamu selalu ditanya oleh Kakung, "Admiral gimana, sehat-sehat saja, Pa!" Jawabku. "Kini sudah bobo, waktu saya tinggalkan rumah!"

Oh ya, kadang setiap kali kamu mengantuk atau hendak bobo, pasti rewel. Untung Eyang Putri dan Tante Dinar juga Pak De Agung, sigap menggendongmu. Mereka sangat sayang padamu. Sebelum bobo, Kakak Dirham dan Naira, pasti mengajak kamu bermain atau bicara.

Oh ya di usia dua bulan, kamu sudah merespon percakapan dengan berbicara sesuai bahasamu. Kamu juga suka tersenyum. Apapun bahasa yang kamu sampaikan, hari ini kami tak mengerti, tapi suatu saat kamu pasti akan mengatakan dengan bahasa Indonesia, bahasa Arab, bahasa Inggris dan bahasa apapun tentang apa yang kamu pernah percakapkan di usia dua bulan.

Bersama Mami, kita sudah tinggalkan Gowa dan Makassar sselama sepuluh hari. Semoga Kakung cepat pulih dan sehat, sebab kita akan kembali ke Makassar di awal Ramadan. Kalau kita kembali ke Makassar, berarti tak ada lagi yang menjaga Kakung tiap malam.

Malam ini, Papi belum sempat kontak ke Mami. Ponsel Papi korslet karena Papi abai menyimpan ponsel dekat susu ASI-mu yang beku dan sedang mencair. Airnya memasuki ponsel Papi, hingga layar displainya tak terlihat apapun.

Mami pulang agak malam, karena hari ini ada rapat setelah pelatihan selama sepuluh hari. Tapi ada Tante Dinar dan Kakak Dirham yang jaga kamu. Eyang Putri juga sudah pulang setelah menjaga Kakung sejak pukul 11.00.

Besok, jam enam pagi, Papi pulang ke rumah, ketemu kamu lagi jagoan kami,

We Love U, Admiral