Tuesday, June 7, 2016

Margin Antara Menuju Harmagedoom

Dear Admiral
Papi kini menyusun ulang genre penulisan cerita yang disebut Novelopedia (Novel yang berisi eksiklopedia) tentang pengetahuan yang berdasar dari berbagai referensi. Meski tertunda sejak 2010, tapi kini Papi akan berusaha menuliskannya meski hanya selembar per hari saja.

Bagian pertama berjudul "Margin Antara Menuju Harmagedoom" yang mengisahkan adanya sebuah organisasi lintas dunia yang berusaha melakukan simulasi perang akhir zaman berdasarkan sumber-sumber resmi dari berbagai agama. Mereka ternyata, sudah bekerja sangat lama, sejak tibanya sebuah organisasi perdagangan yang juga memiliki mesin militer pembunuh yang disebut VOC (Verenigde een Oog[1] Indische Compagnie, meski kepanjangan yang lazim diketahui adalah Verenigde Oost-Indische Compagnie. 

Papi menjadikan Makassar, sebagai sumber besar kekuatan een ogg (bermakna Dajjal Satu Mata), ketika Cornelis Speelman ditugaskan menguasai dan menghancurkan kerajaan Islam pertama yang pernah memiliki area otoritas hingga ke tanah Marege. 

Oh ya, tentang Marege ini, Papi sudah menulis khusus buku tentang itu yang diedit oleh Om Anwar Jimpe dari Kampung Buku atau Inninawa. Semoga sebeluum adikmu lahir, buku itu sudah beredar. Bagian yang tak sempat Papi tulis di buku itu, dimasukkan ke dalam Novelopedia.

Menulis Novelopedia ternyata lebih sulit daripada menulis buku tentang Pelayaran Akademis KORPALA-UNHAS dari Makassar ke Darwin. Kesulitannya, karena Papi tak punya kawan yang bisa diajak membicarakannya. Papi terpaksa berbicara sendiri dan mewancarai juga berdiskusi secara imajiner dengan setiap tokoh-tokoh dalam Novelopedia tersebut. Mulanya Papi, bisa mengendalikan dialog-dialog mereka, tapi kemudian setiap tokoh itu kubebaskan untuk berdialog sesuka mereka, Supaya Papi tidak mengendalikan seorang pun, bahkan pada piliha diksi mereka sekalipun.

IloveUsoMax Admiral. 

[1] Een ogg (Belanda: mata satu atau satu mata)

Denyut Jantung Adik Baru

Admiral tersayang,

Sejak kamu berada di negeri tertua di Sulsel yakni Bantayang, kamu sudah bisa berbicara langsung dua kata campuran Makassar dan Indonesia untuk satu makna. Sebagai contoh, bila kamu menunjukkan pada kakimu, kamu langsung mengucapkan berbarengan berupa "bangkeng, kaki", Pernah juga, entah dari mana kamu mendapatkan sebuah kalimat berbahasa Inggris berupa, "Mami, I am coming." Tak pernah ada yang ajari, tapi mungkin saja kamu belajar sendiri dari film kartun. Meski kami belum pernah tahu judul film kartun tersebut.

Usiamu kini sudah dua tahun lebih sebulan atau lewat dari itu, Kabar terbaik tentang yakni ketika 6 bulan setelah operasi tumor otak kanan atau 5 bulan setelah radioterapi, hasil foto MRI menunjukkan kepalamu sudah bersih dari tumor. Meski masih  terlihat bagian yang berlubang atau kosong, dari tempat pengangkatan tumor tersebut. Menurut dr. Willy Adhimarta, Sp. BS, bagian yang kosong itu akan tertutupi kembali, seiring perkembangan otakmu.

Kini untuk mencegah tumor itu kembali, dilarang keras kamu untuk mengkonsumsi coklat, kopi, teh, susu, yoghurt, nasi ketan (termasuk gogos yang pernah menjadi makanan favoritmu), produk makanan beku, MSG, dan sebagainya. Sebagai pengganti susu, kamu hanya minum bubuk kedelai, sayur dan buah, sebagai larutan detoxiin juga.

Oh ya, Insya Allah delapan bulan nanti, tepatnya 20 Januari 2017, kamu punya adik. Mami sudah mengandung tujuh pekan. Dalam pengecekan via USG di Siloam Makassar, terlihat ada denyut kehidupan baru di rahim Mami. Seperti dirimu, kali ini Mami juga ditangani dr. Lenny Khosal, M. Kes, Sp. OG. Semoga adikmu lahir sehat wal afiat, begitu juga Mami bisa melahirkan normal, bukan budah Caesar lagi. Semoga Mami juga selalu diberkahi kesehatan lahir batin.

Uniknya, pekan lalu, ketika Mami memeriksa kehamilannya via test pack dan USG tersebut, selama dua hari itu kamu berulah yang lain dari biasanya. Entah bagaimana pada jarak antara Makassar dan Bantaeng, kamu merasakan adanya adikmu. Pertanda yang kamu tunjukkan (entah memang demikian) yakni Admiral rewel dan marah-marah, bahkan sebuah senter kamu lemparkan ke muka tantemu hingga terkena mukanya. Kamu juga menggeram dan mengepal tinjumu, menunjukkan sikap marah. Namun bagian lembut dari dirimu yakni kamu selalu meminta untuk digendong. Apakah secara naluri itu pertanda bahwa Admiral juga mengetahu kedatangan adikmu?

Sayang dari Papi dan Mami