Thursday, June 26, 2014

Admiral sayang,

Di tengah rusaknya media arus utama, yang terbelah antara pendukung Prabowo Subianto- Hatta Rajasa versus Jokowi Dodo dan Jusuf Kalla, Papi kini masih suka membaca ocehan yang penuh humor, mistis, dan info bawah tanah dari akun @ragilnugroho1. Bukan karena percaya mistis, takhyul, khurafat dan dunia paranormal sehingga Papi pasti membaca semua postingannya, tapi ia menuliskan semua entri tentang politik dalam bentuk yang berbeda dengan model TM2000, ratu adil, ronin1946 dan sebagainya.

Memang banyak akuntweet yang bagus, tapi Papi suka yang isinya tak disiarkan televisi atau media mainstream. Bukan masalah bila kebenarannnya belum pasti. Kebenaran itu hanya Nomor 2.

Bentuk penulisannya, selalu diakhirnya dengan sumber data yang seolah-olah dari kalangan bawah, sehingga ia menganjurkan untuk tak perlu percaya. Nah, karena alasan untuk tak perlu percaya, maka Papi suka ikuti apapun twit,,,,pokoknya suka aja hehehe

Admiral, di masa kamu nanti, ketika sudah bisa membaca, maka politik Indonesia mungkin lebih kotor dari Pilpres 2014. Intelektual, budayawan, agamawan dan aktivis, saling mendukung calon masing-masing, dengan argumentasi dan alasan apa saja. Tentu saja, tak ada yang salah dengan mereka. Mereka berhak mendukung Nomor 1 atau 2.

Tapi seperti kotoran yang melayang-layang di langit Jakarta, maka harus disortir agar tak sepenuhnya masuk ke hidung. Pertama harus menggunakan masker atau penutup hidung. Kedua, harus membuka topeng-topeng mereka untuk melihat apakah ada yang hidung bertambah panjang setiap kali ada kebohongan dari para politisi itu.

Tak ada yang berhidung panjang, karena tukang kayu atau tukang mebel di Indonesia, tak membuat Pinokio.


No comments:

Post a Comment