Monday, September 21, 2015

Tak Lepas dari Pelukan

Dear Admiral,

Kamu kadang chuek banget, lalu lalang di depan Mami tapi tak mau singgah atau sekedar berkata sesuatu. Mami sangka itu karena kamu merasa terabaikan. Mami juga menangis lho, karena kamu chuekin. Tapi itu hanya sangkaan Mami belaka. Buktinya kalau bangun pagi, Mami peluk dirimu dan kamu tak mau lepas darinya, meski hanya untuk beberapa menit. Setelah itu kamu kembali sibuk jalan kesana kemari atau bongkar apa saja.

Oh ya kamu susah benar makan. Makanan dari buku resep, sudah dicoba tapi hasilnya nihil. Favoritmu cuma gogos atau lemper. Pernah Tante Unny temukan duri ikan dalam gogos. Sejak itu gogos isi ikan tak pernah lagi dibeli.

Sekarang dicoba, di dalam botol susumu diberikan korma. Semoga itu menjadi cara meningkatkan nafsu makanmu, tapi juga tidak berhasil. Kamu kenyang minum susu barangkali. Bandingkan dengan Asraf, anaknya Om Habibie dan Tante Hanifah, makannya lahap sebagaimana waktu sama-sama main di Pantai Akkarena.

Gitu deh Admiral Sayang

Saturday, September 19, 2015

Bahasa Datum-Datum, Benji-Benji, dan Menye-Menye

Dear Admiral,

Datum-Datum, bahasa pertamamu yang merupakan bentuk komunikasi yang saling bersambung bila Papi Mami bicara denganmu. Bahasa itu juga merupakan perkataanmu bila hendak menyampaikan sesuatu. Apa saja kamu sebut sebagai datum-datum, kala berusia setahun. Setelah itu, kamu juga sudah bisa mengatakan tentang "jatuh" berkaitan dengan benda yang jatuh atau yang kamu lempar. Kamu akan mengulang kata "jatuh" hingga benda itu kamu ambil dari lantai atau kami yang mengambilnya.

Mobil kam sebut bam, laba-laba kamu lafalkan dengan baba-baba. Pesawat menjadi sawat. Setelah itu kamu benar-benar bisa bercerita melalui bahasa Benji-Benji. Semua yang ada di rumah atau di luar, kamu ceritakan dengan isyarat tangan dan mimik lengkap.

Bila kamu kesal, kamu berbahasa menye-menye atau variannya. Setelah itu kamu menggabungkan semua huruf lalu berucap sekencang-kencangnya.

Menggemaskan bila semua pengalamanmu sehari, kamu jelaskan dengan bahasa seperti itu.

We Love U

Friday, September 18, 2015

Luka Main Bola

Dear Admiral,

Kamu main bola malam di dalam rumah, karena berlari belum terkendali kamu terjerembab. Luka pertamamu ini cukup keras karena bibir bagian tas bengkak dan berdarah. Alhamdulillah meski menangis sangat keras karena sakit atau mungkin juga kaget, tapi tak bermasalah pada gusi dan gigi. Sekitar 15 menit kemudian, kamu sudah bisa minum susu kembali dan bobo pulas.

Harusnya untuk mengatasi kekagetan, kamu sebaiknya minum air. Namun kamu menolak, memilih untuk menangis.

Oh ya, kini kamu tak bisa lagi tidur pagi. Jadwal tidurmu berubah siang. Kamu juga sering memaksa untuk keluar malam, padahal tak bagus untukmu keluar malam. Jadi lampu halaman dimatikan, biar tak semakin memaksa kami untuk ikut juga keluar. Meski niatmu tak surut, tapi tak lagi sekeras kinginan sebelumnya.

Kamu hanya berdiri di pintu atau jendela melihat kegelapan. Suatu saat kamu pasti, keluar juga menembusi kegelapan. Kamu pemberani jagoanku!

Papi Mami

Thursday, September 17, 2015

Bangun Dini Hari dan Tantrum

Dear Admiral,

Kamu bangun kepagian jam 02: 30, bukan hanya untuk minum susu dari dot, tapi juga untuk main-main. Kamu mendesak untuk segera diajak bermain atau kalau tidak kamu pasti rewel alias tantrum. Apapun ulahmu selalu membuat kami berbahagia. Oh ya, kamu suka ke dapur melihat aktivitas memasak, meski setiap kali kesana pasti kamu dicegah dengan cara digendong. Dapur tak aman karena bisa saja kamu melempar gelas.

Pukul 05:00 kamu tertidur lagi, seirung sayup-sayup azan subuh.

We love U Admiral

Wednesday, September 16, 2015

Bermain Bola

Dear Admiral,

Kamu kini suka main bola. Bukan bola plastik, tapi buah-buahan plastik. Mengapa? kalau bola plastik, pasti kamu tendang cukup jauh, sehingga butuh waktu mencarinya. Buah-buahan dari plastik, tak susah dicari karena tidak terguling jauh. Kamu bermain bola bersama Kakak Qonita. Ia memanggilmu "Amiral"..."Amiral bolaku mana?" Teriak Qonita bila gilirannya menendang bola.

Kamu lari cukup kencang ngejar bola, tapi bila agak capek, kamu masuk ke pekarangan. Lalu menari menarik-narik dedaunan atau menginjak bunga. Kadang kamu juga menginjak kucingmu. "Sayangi kucingmu ya!" Begitu kata Papi, tapi larangan itu terabaikan. Jadi Papi langsung angkat kamu, sebelum kucing kamu injak. Kucingmu juga baik, tak pernah marah kalau kamu ganggu, juga tak pernah mencakar dan menggigitmu.

Sayangi binatang ya!

We love U

Monday, September 14, 2015

Berjalan Mundur itu Kemajuan

Admiral Sayang,

Setelah kamu berjalan atau berlari cukup kencang mengejar bola, pekan lalu Mami mengajarimu berjalan mundur. Terlihat susah karena itu sebuah cara untuk latihan orientasi menuju ke arah depan atau belakang. Kamu mulai jatuh dan berdiri lagi. Kakak sepupumu Deby dan Febby juga terlibat melatihmu. Tiga hari kemudian tanpa diminta kamu bisa melakukannya sendiri.

Sebuah kemajuan langkahmu, justru ketika mundur berjalan.

We love you Admiral

Wednesday, September 9, 2015

Kamu dan si Kumi

Dear Admiral, Kala itu usiamu 8 bulan, otot-otot kakimu semakin kencang. Jiwa petualangmu sudah terlihat, setiap pojok rumah selalu ingin kau datangi.Pintu terbuka sedikit saja, kau langsung mengarahkan kaki seperti ingin berlari. ya... meskipun waktu itu kau baru belajar merangkak, tapi tak menyurutkan upayamu untuk menuju tempat yang baru. Ohya, kau juga sayaaaang sekali dengan bonekamu si "kumi", sampai-sampai kumi selalu kau gigit-gigit. Ah... Admiral, kau memang menggemaskan!